Kamis, 28 Januari 2016

Laporan PKL



LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI
LABORATORIUM TEKNIK REAKSI KIMIA
DAN KATALISIS
DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
 UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
DISUSUN OLEH:
1.      DWI SULISTIYANI (880)
2.      EVI SURYANTI (881)
XII KI 3
PROGRAM STUDI KEAHLIAN TEKNIK KIMIA
KOMPETENSI KEAHLIAN KIMIA INDUSTRI
    SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJATAN
2015
LEMBAR PENGESAHAN
LABORATORIUM TEKNIK REAKSI KIMIA
DAN KATALISIS
DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA

Hari:
Tanggal:
Laporan praktik kerja industri ini telah diterima, di periksa dan disahkan oleh pembimbing dan pimpinan perusahaan.

Mengetahui,                                                                                                                                                                                                                   
Ketua Departemen Teknik Kimia               Kepala Lab.Teknik Reaksi Kimia dan Katalis
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada                           Departemen Teknik Kimia                               

                                                                                   

                                   
Ir.Moh.Fahrurrozi, M.Sc,Ph.D.                                                           Ir.Suprihastuti Sri Rahayu,M.Sc
NIP.19650918 199103 1 002                                                        NIP.19580619 198903 2 001
LEMBAR PENGESAHAN SEKOLAH DI

LABORATORIUM TEKNIK REAKSI KIMIA
DAN KATALISIS
DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
Hari:
Tanggal:                                                                                                           
Laporan Praktik Kerja Industri ini telah diterima ,diperiksa,disahkan oleh pembimbing dan Kepala SMK N 1 Panjatan
Mengetahui,
Ketua Jurusan                                                                                                 Pembimbing      

Sri Mulyani, S.T                                                                      Hesti Kurnianingsih,S.Si
NIP.19740621 200604 2 021                                                 NIP.19770711 200501 2011
a.n Kepala SMK N 1 Panjatan
Waka Humas

Khomarudin, S.Pd
NIP.19700610 200701 1 027
KATA PENGANTAR
                        Assalamu’alaikum wr.wb
            Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala Rahmat-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan Laporan Praktik Industri. Laporan ini disusun berdasarkan praktik yang telah dilaksanakan di Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalisis, Juruan Teknik Kimia, FakultasTeknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
            Praktik kerja industri ini merupakan salah satu tahap yang harus diselesaikan untuk memenuhi syarat kelulusan di SMK N 1 Panjatan.
            Pada kesempatan kali ini penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.      Ir. Moh. Fahrurrozi, M.Sc.,Ph.D. selaku Ketua Jurusan Kimia Fakultas Teknik UGM
2.      Ir. Suprihastuti Sri Rahayu, M.Sc. selaku dosen pembimbing, atas segala kebaikan, kesabaran dan bantuan dalam melaksanakan penelitian
3.      Ibu Erwi Romawati selaku Laboran di Laboratorium Reaksi Kimia dan Katalisis yang senantiasa membimbing dengan baik dan sabar
4.      Bpk Drs. E. Sigit Nursugiantoro selaku Kepala SMK N 1 PANJATAN
5.      Ibu Hesti Kurnianingsih, S.Si selaku Pembimbing dari sekolah yang senantiasa membimbing dengan baik
6.      Kedua Orang Tua yang selalu memberikan dukungan, motivasi serta do’anya dalam pelaksanaan Praktik Kerja Industri ini
7.      Mbak Dhito, Mbak Rani, Mbak Nita, serta semua pihak yang sanantiasa telah membantu  kegiatan  praktikum dan  mengarahkan dengan  sabar dan baik
8.      Dan semua teman-teman XII KI 3 yang  tidak bisa saya sebutkan  satu  per  satu
      Akhir kata, besar harapan penyusun semoga dengan laporan ini, dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan pembaca lainnya.
                  Wassalamu’alaikum wr.wb
                  Yogyakarta,    Agustus 2015

Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL........................................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN INSTITUSI....................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN SEKOLAH....................................................................... iii
KATA PENGANTAR........................................................................................................ iv
DAFTAR ISI........................................................................................................................ v
BAB I PENDAHULUAN
A.    Pengertian Praktik................................................................................................ 1
B.     Tujuan Praktik Kerja............................................................................................ 1
C.     Kegiatan Peserta Praktik Kerja di Industri.......................................................... 1
BAB II URAIAN UMUM
A.    Tinjauan Umum Tentang Institusi........................................................................ 3
B.      Sejarah Singkat Institusi..................................................................................... 8
C.     Struktur Organisasi di Institusi............................................................................ 10
D.    Disiplin Kerja di Institusi..................................................................................... 11
E.     Visi dan Misi di Institusi...................................................................................... 12
F.      Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Institusi.................................................... 15
BAB III ESTERIFIKASI ASAM LAKTAT DAN GLISEROL
A.    TUJUAN.............................................................................................................. 19
B.     LANDASAN TEORI
·         Esterifikasi..................................................................................................... 19
C.     CARA ESTERIFIKASI...................................................................................... 24       
1.    ALAT............................................................................................................ 24
2.    BAHAN........................................................................................................ 24
3.    PROSEDUR KERJA.................................................................................... 25
D.    DATA HASIL PERHITUNGAN...................................................................... 26
E.     ANALISIS HASIL............................................................................................. 27
F.      PEMBAHASAN................................................................................................. 30
G.    KESIMPULAN................................................................................................... 31
BAB IV PENUTUP
A.    KESIMPULAN DAN SARAN.......................................................................... 33

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
                                                                                                                                        


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Pengertian Praktik Kerja Industri
Praktik Kerja di Industri merupakan pembelajaran berbasis produksi dimana kegiatan pembelajaran menyatu dengan proses produksi atau menggunakan proses produksi sebagai media pembelajaran. Pendekatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan peserta didik dengan iklim kerja yang nyata. Durasi praktik kerja di industri dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan pada industri yang terkait.
B.       Tujuan Praktik Kerja di Industri
Penyelenggaraan Praktik Kerja Industri (Prakerin) bertujuan untuk :
1.      Menghasilkan tenaga kerja berkualitas unggul yang memiliki keahlian profesional, tingkat pengetahuan, ketrampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja sehingga peserta didik menguasai kompetensi terstandar.
2.      Memperkokoh hubungan berkaitan dan kesepadanan (link and match) antara sekolah dan industri.
3.      Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas profesional serta siswa dan nilai profesional.
4.      Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.
C.      Kegiatan Peserta Praktik Kerja di Industri
1.      Tahap Adaptasi (Penyesuaian)
a.       Pengenalan dunia industri yang meliputi kegiatan produksi dan misi.
b.      Pengenalan lingkungan sosial industri-industri yang meliputi  tata tertib/peraturan dan birokrasi.
c.       Bobot waktu yang digunakan adalah sekitar 5-10 % dari total waktu pelatihan.
2.      Tahap Induksi
a.       Pembentukan sikap kerja yang proporsional dengan melakukan pelatihan kerja sebagaimana pekerja di industri sesuai tuntutan dunia kerja.
b.      Pembentukan rasa tanggung jawab terhadap seluruh aspek dalam kegiatan pelatihan di industri yang meliputi : kebersihan, keselamatan kerja, serta seluruh fasilitas yang ada.
c.       Penghayatan terhadap unsur-unsur keselamatan kerja sesuai dengan tuntutan profesinya.
d.      Bobot waktu yang digunakan adalah sekitar 10-20 % dari total waktu pelatihan.
3.      Tahap Elaborasi
a.       Penyesuaian diri untuk kemudian ikut melaksanakan kegiatan produksi secara menyeluruh pada unit-unit yang ada di industri.
b.      Bobot waktu yang digunakan adalah sekitar 70% dari total waktu pelatihan.














BAB II
URAIAN UMUM

A.      Tinjauan Umum tentang Institusi
Kampus UGM terletak di kawasan Bulak Sumur, Sleman. Kampus ini memiliki lebih dari seratus jurusan yang terbagi di berbagai fakultas yang ada. Dan salah satunya Fakultas Teknik yang beralamat di Jl. Grafika No. 2 Yogyakarta.
Fakultas Teknik UGM memiliki beberapa jurusan yaitu Teknik Arsitektur dan Perancangan, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Teknik Fisika, Teknik Geodesi, Teknik Geologi, Teknik Kimia, Teknik Mesin, dan Industri serta Teknik Sipil dan Lingkungan.
Setiap jurusan memiliki fasilitas yang sangat memadai, misalnya Teknik Kimia yang memiliki 13 laboratorium dibidangnya masing-masing. Laboratorium yang tersedia yaitu Laboratorium Teknologi Minyak Bumi, Gas dan Batubara, Laboratorium Proses Pemisahan, Laboratorium Konservasi Energi dan Pencegahan Pencemaran, Laboratorium Analisis Bahan, Laboratorium Proses, Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalis, Laboratorium Teknologi Keraik dan Komposit, Laboratorium Teknik Pangan dan Bioproses, Laboratorium Teknologi Primer, Laboratorium Analisis dengan Instrumen, Laboratorium Komputasi, Studio Dintance Teaching dan Studio Simulasi Proses dan Perencanaan Pabrik Kimia.
Dan lebih jelasnya beberapa laboratorium di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada sebagai berikut :
1.    Laboratorium Praktikum Analisis Bahan                       
        Laboratorium ini khusus diperuntukkan untuk pelaksanaan praktikum dasar yang mendasari kegiatan-kegiatan praktikum dan penelitian lanjut.Kegiatan praktikum di laboratorium ini ditekankan pada analisis fisis dan kimia bahan-bahan industri organic.
2.    Laboratorium Praktikum Proses
Laboratorium ini merupakan kelanjutan dari kegiatan di Laboratorium Praktikum Analisis Bahan.Mahasiswa dilatih untuk melakukan analisis fisis dan kimia bahan-bahan industri organik dan melakukan proses-proses teknik kimia sederhana.
3.    Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalisis
Laboratorium ini digunakan untuk penelitian mahasiswa S1 dan S2 dalam bidang Proses Kimia. Penelitian-penelitian di laboratorium ini difokuskan pada upaya mengubah bahan-bahan baku (terutama bahan-bahan alam Indonesia) atau sisa proses industri melalui proses kimia menjadi bahan-bahan yang lebih bermanfaat dan aman bagi manusia. Beberapa penelitian terapan bekerjasama dengan industri kimia semacam PT. Petrokimia Gresik, PT. Kertas Leces maupun penelitian melalui dana kompetitif dari Pemerintah RI semacam Hibah Bersaing dan Riset Unggulan Terpadu (RUT) telah dan sedang dikerjakan di Laboratorium ini. Staf laboratorium ini juga memberikan pelayanan kepada industri atau masyarakat dalam bentuk analisis kimia berbagai jenis sampel, bimbingan dan konsultasi proses kepada baik industri kecil maupun besar.
4.    Laboratorium Proses Pemisahan
Laboratorium Operasi Teknik Kimia (Lab OTK) digunakan baik untuk praktikum maupun penelitian mahasiswa-mahasiswa S1 dan S2. Penelitian-penelitian di laboratorium ini berkaitan dengan proses-proses pemisahan (pemurnian), proses transfer massa dan panas, mekanika fluida dan penyebaran bahan kimia di alam (chemodynamics), serta produksi fine chemicals (misalnya minyak nilam, eugenol, natural blue indigo, dll) dari sumber daya alam Indonesia. Staff Lab OTK berpengalaman dalam melakukan penelitian terapan hasil kerjasama dengan industri kimia seperti P.T. Pupuk Kalimantan Timur, P.T. Petrokimia Gresik, dan PT. Chevron Pacific Indonesia. Staf laboratorium ini juga terlibat dengan berbagai penelitian yang melibatkan dana kompetitif dari pemerintah semacam Hibah Bersaing, Penelitian Dasar dan URGE. Selain itu juga memberikan pelayanan kepada masyarakat dan industri dalam bidang proses pemisahan, optimasi proses dan energi.
5.    Laboratorium Teknologi Minyak Bumi, Gas, dan Batubara
Laboratorium ini kebanyakan digunakan untuk melaksanakan penelitian yang berhubungan dengan berbagai aspek dari teknologi perminyakan mulai proses-proses hulu seperti aliran melalui media berpori, pemisahan emulsi minyak-air, pembuatan bahan surfactant untuk enhanced oil recovery hingga proses hilir semacam pembuatan katalis untuk proses pengolahan minyak bumi, produksi bahan bakar cair dari gas, dan teknologi produksi bahan bakar cair dari batubara. Staf laboratorium ini telah terlibat dalam berbagai penelitian bergengsi dengan dukungan dana industri seperti Pertamina maupun dana kompetitif dari Pemerintah RI semacam Riset Unggulan Terpadu (RUT), Riset Unggulan Terpadu International (RUTI) dan Hibah Bersaing. Laboratorium ini juga delengkapi banyak alat-alat analisa standar ASTM, sehingga mampu memberikan servis kepada industri menengah maupun besar yang memerlukan jasa analisa sampel minyak bumi, aspal, gas dan batubara.
6.    Laboratorium Teknologi Keramik dan Komposit
Laboratorium Teknologi Keramik digunakan untuk penelitian yang berhubungan dengan teknologi keramik semacam semen, bahan konstruksi, bahan pelapis anti korosi dan berbagai pengembangan material-material baru pendukung teknologi industri kimia dari berbagai bahan baku yang ada dari hasil pertanian dan bahan galian Indonesia. Staf laboratorium ini telah terlibat dalam berbagai penelitian dengan dukungan dana dari industri di antaranya PT. Freeport hingga dana penelitian kompetitif Riset Unggulan Terpadu (RUT). Laboratorium ini juga memberikan pelayanan pemeriksaan berbagai material baik untuk para pengrajin keramik hingga industri.Laboratorium ini digunakan untuk penelitian baik mahasiswa S1 maupun S2.
7.    Laboratorium Teknik Pangan dan Bioproses
Laboratorium ini merupakan integrasi antara teknik pangan dan teknik bioproses (proses-proses yang melibatkan mikroorganisme) karena bioproses memang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari industri pangan sejak awal berkembangnya sektor ini. Aspek bioproses yang dikembangkan di laboratorium ini tidak terbatas pada proses produksi pangan tetapi mencakup bidang yang lebih luas, termasuk energi dan lingkungan. Fokus pengembangan laboratorium ini adalah produksi specialty and biorenewable chemicals/materials dalam konteks sustainable development (pengembangan industri kimia yang memperhatikan keberlanjutan dalam hal penyediaan bahan baku/energi dan daya dukung lingkungan).Laboratorium ini merupakan laboratorium riset untuk mahasiswa S1, S2, dan S3. Penelitian para mahasiswa ini didanai oleh project riset para dosen yang tergabung dalam laboratorium ini, yaitu antara lain dari BBI, URGE Young Academic II, Hibah Bersaing IX, Riset Unggulan Terpadu (RUT) IV, RUT XI, Riset Unggulan Terpadu Internasional (RUTI) IV (bekerja sama dengan Chalmers University of Technology dan University College of Boras di Swedia), L’Oreal-UNESCO Fellowship for Women in Science 2007, dan sebagainya. Selain itu, laboratorium ini juga melayani industri kecil dan menengah (IKM) di bidang produksi pangan, misalnya peningkatan kualitas minyak kelapa rakyat, gula merah, su su bubuk, pembuatan serbuk royal jelly, dan sebagainya.
8.    Laboratorium Teknologi Polimer
biodiesel) dari produk pertanian dan teknologi penyimpanan energi termal. Proyek–proyek Laboratorium ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa S1 maupun S2 untuk melakukan penelitian yang berhubungan dengan teknologi polimer baik yang bersifat fundamental maupun eksploratif. Topik-topik penelitian yang sedang dijalankan meliputi sintesa bahan polimer untuk proses enhanced oil recovery (EOR), proses konversi limbah plastik menjadi bahan kimia yang bermanfaat, pengembangan bahan biodegradable plastics. Staf laboratorium ini telah terlibat dalam berbagai penelitian yang cukup bergengsi dengan dukungan dana melalui Riset Unggulan Terpadu, Hibah Bersaing, Riset Unggulan Terpadu International (RUTI). Dan secara reguler juga memberikan konsultasi teknis ke berbagai industri yang melibatkan polimer seperti P.T. Pura Barutama.
9.    Laboratorium Konversi Energi dan Pencegahan Pencemaran
Laboratorium ini digunakan untuk penelitian mahasiswa S1 dan S2 yang berhubungan dengan berbagai teknologi bagi industri kimia.Staf laboratorium ini sedang terlibat dengan berbagai penelitian yang  berhubungan dengan pengambangan bahan-bahan untuk pembuatan ban, pembuatan bahan bakar diesel (bipenelitian tersebut dijalankan dengan dukungan dana melalui Riset Unggulan Terpadu (RUT) dan Hibah Bersaing.
10.    Laboratorium Analisis dengan Instrumen
Laboratorium ini memberikan melayani kebutuhan analisa untuk penelitian mahasiswa baik S1 maupun S2, staf maupun institusi lain dan industri. Dengan dilengkapi alat-alat analisis maju semacam gas chromatograph (GC), atomic absorption spectrophotometer (AAS), Fourier Transform Infra Red Resonance (FTIR), UV-Vis Spectrophotometer, BET surface area, laboratorium ini mampu memberikan pelayanan yang luas untuk analisa dan karakterisasi bahan-bahan dan hasil penelitian.
11.    Laboratorium Komputasi
Dilengkapi dengan 3 buah server dan sambungan internet, serta mendekati 40 personal komputer, laboratorium ini mampu menjadi tulang punggung keperluan komputasi dan komunikasi bagi seluruh mahasiswa dan dosen Jurusan Teknik Kimia. Ketiga server di laboratorium ini juga dihubungkan keseluruh komputer yang ada di laboratorium penelitian, ruang dosen dan kantor Jurusan Teknik Kimia. Laboratorium ini juga digunakan secara reguler untuk praktikum pemrogaman komputer, pelatihan penggunaan software, pencarian informasi dan pengerjaan tugas akhir mahasiswa.
12.    Studio Distance Teaching
Studio ini dilengkapi dengan sejumlah komputer yang tersambung ke internet, dilengkapi dengan system rekaman audio visual dan on-line distance teaching. Dapat digunakan sebagai pendukung “distance teaching”, baik menggunakan WEBCT system maupun on-line teleconference system. Studio ini menghubungkan Teknik Kimia UGM dengan University of Reading – Inggris dan University of Boras – Swedia dalam rangka penyelenggaraan kuliah bersama program MTBEE. Kapasitas kelas dengan sambungan internet sebanyak 12 line.
13.    Studio Simulasi Proses dan Perancangan Pabrik Kimia
Studio ini dilengkapi dengan beberapa komputer yang tersambung ke internet dan dilengkapi software commercial untuk perancangan dan simulasi pabrik kimia. Studio ini diperuntukkan terutama bagi mahasiswa tingkat akhir untuk pengerjaan Tugas Perancangan Pabrik Kimia.Studio Tugas Akhir juga bisa digunakan untuk mengerjakan proyek-proyek perancangan pabrik skala industri dan pelatihan untuk operator dan insinyur pabrik kimia.

B.     Sejarah Singkat Institusi

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM lahir dalam kancah revolusi Kemerdekaan Indonesia. Pada jaman penjajahan Belanda, di Indonesia hanya ada sebuah Perguruan Tinggi Teknik. Perguruan Tinggi Teknik ini berkedudukan di Bandung dengan nama Technische Hoogeschool yang didirikan Pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 3 Juli 1920. Perguruan Tinggi ini memiliki Bagian Kimia, tetapi baru pada tingkat permulaan. Pada jaman pendudukan Jepang, tepatnya pada tanggal 1 April 1944, Pemerintah Militer Jepang mendirikan Perguruan Tinggi Teknik dengan nama Bandoeng Koo Gyoo Dai Gaku. Setelah Bangsa memproklamasikan kemerdekannya, Bandoeng Koo Gyoo Dai Gaku direbut oleh pemuda mahasiswa bersama-sama dengan para staf pengajarnya, dan dilanjutkan dengan nama Sekolah Tinggi Teknik Bandoeng.
Dengan penyerbuan tentara sekutu kekota-kota besar di Indonesia, termasuk kota Bandung, Sekolah Tinggi Teknik Bandoeng berhijrah ke Yogyakarta, yang peda waktu itu berstatus sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia setelah kepindahan pemerintah Republik Indonesia ke Yogyakarta pada tanggal 4 Januari 1946, dan dibuka dengan nama Sekolah Tinggi Teknik Bandoeng di Jogyakarta pada tanggal 17 Februari 1946. Bagian-bagian yang dibuka pada waktu itu adalah Sipil, Kimia, serta Mesin dan Listrik. Perkuliahan dilaksanakan di Gedung SMA III di Kota Baru Yogyakarta. Pada waktu yang bersamaan didirikan juga Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada (swasta). Nama Sekolah Tinggi Teknik Bandoeng di Jogjakarta ini selanjutnya segera diubah menjadi Sekolah Tinggi Teknik Jogjakarta yang berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri. Pada tangga 19 Desember 1948 tentara Belanda menyerbu dan menduduki Yogyakarta sehingga Sekolah Tinggi Teknik Jogjakarta terpaksa ditutup. Berkat perjuangan Tentara Nasional Indonesia bersama-sama rakyat, Yogyakarta berhasil direbut kembali. Sekolah Tinggi Teknik Jogjakarta, Sekolah Tinggi Kedokteran(yang juga berhijrah dari Jakarta ke Klaten setelah Jakarta diduduki sekutu, dan Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada (Swasta) disatukan oleh Pemerintah republik Indonesia dan dijadikan Universitas Gadjah Mada pada tanggal 19 Desember 1949 dengan nama Universitit Negeri Gadjah Mada.
Antara tahun 1946 sampai 1952 Bagian Kimia mengalami kekurangan tenaga dosen, alat dan buku, disamping kesulitan sebagai akibat langsung perjuangan kemerdekaan. Dengan adanya bantuan beberapa tenaga asing perhatian Pemerintah yang serius pada tahun 1955 dihasilkan lulusan-lulusan pertama. Keadaan lebih membaik lagi dengan University Of California Los Angeles Gadjah Mada Engineering Project, yang berlaku efektif dari tahun 1957 sampai tahun 1966. Penyediaan tenaga Dosen, alat dan buku disamping pengiriman Dosen ke luar negeri untuk tugas belajar dengan baik. Pada tahun 1959 Bagian Kimia menjadi Bagian Teknik Kimia dengan pemantapan kurikulum yang bersifat mendasar dengan lama pendidikan tetap 4 tahun. Perluasan kurikulum menjadi 5 tahun terjadi pada tahun1962/1963. Kurikulum 5 tahun ini mula-mula menuntut 192 SKS untuk pendidikan Sarjana Teknik Kimia yang kemudian dikurangi menjadi 186 SKS. Antara tahun 1980 sampai dengan 2000 jurusan Teknik Kimia menganut program S-1 yang menuntut 160 SKS untuk Sarjana Teknik Kimia yang terbagi dalam 9 semester. Untuk kurikulum tahun 2000 (berlaku 2000-2006) dan kurikulum 2006 (berlaku 2006-2011), Jurusan Teknik Kimia memberlakukan 148 SKS yang terbagi dalam 8 semester.
Saat ini Jurusan Teknik Kimia FT-UGM adalah salah satu Jurusan Teknik Kimia yang terbaik di Indonesia terbukti dengan akreditasi A dari BAN dan dimenangkannya bebagai proyek hibah kompetisi dari DIKTI mulai dari Quality Of Undergraduate Education (QUE) dari tahun 2000-2004 dan Proyek Hibah Kompetisi B (PHK B) dari tahun 2000-2008.

C.     Struktur Organisasi
Fakultas Teknik UGM
1.       Dekan                                                  : Prof. Ir. Panut Mulyono, M,D.Eng.
2.       Wakil Dekan 1                                    : Ir.Waziz Wildan, M.Sc,Ph.D.
3.       Wakil Dekan 2                                    : Prof.Dr.Bambang Agus Kiranoto
4.       Wakil Dekan 3                                    : Ir.Lukito Edi Nugroho,M.Sc.Ph.D.

Fakultas Teknik Kimia
1.       Ketua Jurusan                                     : Ir.Moh.Fahrurrozi,M.Sc.,Ph.D.
2.       Sekertaris Jurusan                               : Dr.Ir.Sarto,M.Sc.
3.       PPJ Bid.Administrasi,Keuangan&SDM:Muslikhin Hidayat,S.T.,M.T.,Ph.D.
4.       PPJ Kemahasiswaan dan Sarpras        : Ir.Aswati Mindaryani,M.Sc.
5.       PPJ Kerjasama                                    : Ir.Wiratni, S.T.,M.T.,Ph.D.


Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalisis Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Kimia
UGM

1.      Kepala Laboratorium                    : Ir. Suprihastuti Sri Rahayu,M.Sc
2.      Laboran                                         : Erwi Romawati



D.    Disiplinkerja di Institusi
Adapun tata tertib jam kerja karyawan dapat dilihat pada tabel berikut :

NO
Hari
Masuk
Pulang
1
Senin
07.00 WIB
16.00 WIB
2
Selasa
07.00 WIB
16.00 WIB
3
Rabu
07.00 WIB
16.00 WIB
4
Kamis
07.00 WIB
16.00 WIB
5
Jumat
07.0    WIB
15.00 WIB

 

 

 

 

 

E.   Visi & Misi

Visi

Menjadi institusi pendidikan berbasis riset terkemuka di tingkat internasional yang memberikan kontribusi nyata bagi sustainable development menuju kemakmuran bangsa dan menghasilkan lulusan bermoral baik, berwawasan nasional, berkualitas internasional, serta mempunyai fleksibilitas dalam pengembangan diri.

Misi

  1. Mendidik mahasiswa dengan sistem pembelajaran berorientasi student learning agar dihasilkan lulusan dengan penalaran yang baik untuk life-long learning.
  2. Mengembangkan riset untuk pemecahan permasalahan riil di masyarakat dan dunia industri serta pengolahan sumber daya alam secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat dalam kerangka sustainable development.
  3. Memperkuat dan memperluas jejaring internasional untuk mempertebal atmosfer internasional dalam semua aktivitas Jurusan.
  4. Membangun atmosfer akademis yang kondusif untuk pengembangan kepribadian dan wawasan technopreneurship (entrepreneurship berbasis teknologi).
  5. Membekali lulusan untuk memiliki kemauan dan keahlian dalam pemanfaatan potensi sumber daya alam Indonesia secara berkelanjutan serta kepedulian tinggi terhadap pelestarian lingkungan.



Makna Lambang UGM
. Description: Lambang UGM
Lambang Universitas Gadjah Mada
 Bentuk lambang UGM bisa dibagi menjadi tiga, yaitu:
  • Pusat lambang. Ia berupa surya atau matahari yang berlubang dan memancarkan sinar dalam bentuk lima kesatuan kumpulan sinar. Setiap kesatuan kumpulan sinar terdiri dari sembilan belas sorot sinar. Warna surya dan sinar, kuning emas;
  • Dua lingkaran di tengah-tengah matahari. Lingkaran bagian dalam memuat huruf-huruf menyembul berbunyi GADJAH MADA. Lingkaran bagian luar memuat tulisan UNIVERSITAS pada bagian atasnya dan tulisan UNIVERSITAS pada bagian bawahnya. Kedua bentuk lingkaran ini bersusun, sehingga mirip surya kembar. Sedangkan lima kesatuan kumpulan sinar surya berbentuk Kartika atau Bintang Segi lima;
  • Lima songkok. Pada lambang dilindungi oleh lima songkok bewarna putih, yaitu topi kebesaran panglima. Di antara songkok-songkok tersebut terdapat lima tombak bewarna kuning.


Sedangkan arti dari lambang tersebut di atas bisa diuraikan dalam enam bagian, yaitu:
  • Surya dengan sinarnya dan kartika bersegi lima berwarna kuning emas melambangkan bahwa Universitas Gadjah Mada adalah Universitas Pancasila, Lembaga Nasional Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan bagi Pendidikan Tinggi berdasarkan Pancasila, yang memancarkan ilmu pengetahuan. kenyataan dan kebajikan.
  • Titik pusat lambang berupa matahari berlubang atau "surya binolong". Kata "surya" mengandung makna angka "satu" dan "binolong" mengandung makna angka "sembilan", sehingga bentuk "surya binolong" atau matahari berlubang mengandung makna "satu" dan "sembilan", yang bisa dibaca 19. Setiap kesatuan kumpulan sinar pun terdiri atas sembilan belas sorot sinar, yang juga mengandung makna angka 19, tanggal pendirian UGM.
  • Dua bentuk lingkaran bersusun yang melingkari lubang titik pusat lambang di dalam lima kesatuan kumpulan sinar surya berbentuk bintang segi lima, yang serupa dengan surya kembar di dalam Kartika atau Bintang. Kartika me. ngandung makna "satu" dan surya kembar mengandung makna "dua", sehingga bentuk surya kembar ini mengandung makna angka satu dan "dua", yang bisa dibaca 12. Angka 12 ini adalah nomor bulan Desember, bulan pendirian UGM.
  • Songkok dan Tombak masing-masing berjumlah lima melingkungi Surya dan Kartika, melambangkan sifat pahlawan dan perjilangan nasional UGM yang selalu siap sedia dan waspada. Keseluruhannya diliputi dan diresapi Pancasila, kesemuanya itu melambangkan sifat UGM sebagai monumen perjuangan Pancasila berdasarkan Pancasila.
  • Kesatuan kumpulan Sinar, Segi Kartika, Songkok, dan Tombak, masing-masing berjumlah 5 (lima). Semuanya melambangkan Pancasila, sehingga UGM memiliki dasar, sifat, dan tujuan, hakekat pahlawan serta perjuangan nasional demi Pancasila.
  • Warna putih melambangkan sifat Kesucian. Warna kuning emas melingkari warna putih pada hakekatnya merupakan satu "sengkalan memet", yaitu rumusan kata-kata yang menyiratkan pertalian makna warna putih dan warna kuning emas, yang berbunyi: murnining suci margin kanyatan atau kemurnian kesucian adalah j alan kenyataan. Katimat ini melambangkan angka tahun 1949, yaitu tahun pendirian UGM.
Kata "Murni" mengandung angka 9; "Suci"dilambangkan angka 4; " Marga" dilambangkan angka 9, sedangkan "kenyataan" dilambangkan angka 1. Semua ini,bila dibaca dari belakang, mempunyai nilai 1949.
Uraian di atas melukiskan betapa kompleksnya makna lambang UGM, sesuatu yang tidak mudah untuk diingat. Kendati begitu, ia perlu dimasyarakatkan, paling tidak untuk mencegah terulangnya kekeliruan yang ditemukan Prof. Adnan tersebut di atas.
F.     Keselamatan dan kesehatan kerja di institusi
1. Keselamatan kerja
A.Pendahuluan
           Peraturan tata kelola bahan kimia dan barang-barang berbahaya memerlukan suatu prosedur operasi baku yaitu bahwa semua operasi dan percobaan yang melibatkan material yang hazardous (mudah terbakar) harus mempunyai dokumentasi yang  menunjukkan penakaran resiko yang ada,dan implementasi pengendalian untuk meminimalkan terjadinya paparan atau peluang suatu kedaruratan .
     penerapan pendekatan anajemen resiko terhadap keselamatan laboratorium berarti melengkapi dokumen risk assessment untuk setiap pekerjaan laboratorium seperti riset,praktikum,pengujian dan lain-lain sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan.Jadi pada setiap percobaan yang dilaksanakan,harus dilakukan kajian penakaran resiko dan didokumentasikan oleh pelaku percobaan dengan dikonsultasikan kepada pembimbing atau mentor.Suatu risk assessment harus mengidentifikasikan potensi hazard dan menentukan tindakan atau pengendalian yang diperlukan untuk mengeliminasi atau mereduksi resiko bagi kesehatan dan keselamatan pelaku percobaan lingkungannya.
      Dalam melaksanakan risk assessment untuk suatu percobaan di laboratorium,diperlukan 3 langkah baku,yaitu:
a.       Identifikasi hazard dan masalah yang berkaitan dengan bahan,peralatan,kondisi operasi dan factor manusia
b.      Estimasi peluang kejadian,konsekuensi,dan paparan terhadap hazard yang ada.
c.       Pengendalian resiko dengan mengimplementasikan prosedur dan kewaspadaan.
B.Protokol penakaran resiko
Penakaran resiko melibatkan pertimbangan langkah –langkah sebagai berikut sebelum melakukan pekerjaan laboratorium :
1.      Merupakan ruang lingkup proyek /pekerjaan yang akan dilakukan
a.       Mengidentifikasi bahan kimia ,proses ,kondisi opersi ,peralatan dan teknik percobaan ( termasuk didalamnya cara penanganan pembuangan limbah ).
b.      Menentukan potensi bahaya atau hazard dari hasil identifikasi langkah.
Potensi hazard yang berkaitan dengan bahan kimia dapat diperoleh dari MSDS. Penanganan dan tindakan darurat yang berkaitan dengan bahan yang dipergunakan dan dipercobaan dapat diperoleh dari MSDS,literature atau sumber lainnya.Faktor manusia memegang peranan penting dalam proses terjadinya suatu kecelakaan.Begitu juga kondisi tempat dimana percobaan tersebutdilakukan (pencahayaan,ergonomic,kerapian). Jadi pelaku percobaan dan lokasi juga didefinisikan sebagai potensi hazard.
2.Mengevaluasi tingkat resiko
Evaluasi resiko (peluang dan dampak) didasari oleh potensi hazard (seberapa besar) dan potensi terjadi (kecendrungan). Untuk itu barapa pertimbangan berikut ini harus dipertimbangkan:
a.       Sifat bahan
b.      Kondisi operasi
c.       Teknik percobaan
d.      Peralatan percobaan
e.       Kondisi operasi (pencahayaan,ventilasi,ergonomic)
f.       Faktor manusia (tingkat keterampilan pelaku percobaan,tingkat pengetahuan pelaku percobaan,sikap atau attitude pelaku percobaan)
g.      Ketersediaan alat pelindung atau alat bantu kaselamatan
C.Panduan Penakaran Resiko
Resiko merupakan fungsi level peluang (probability) terjadinya kecelakaan dan dampak yang mungkin ditimbulkan bila kecelakaan tersebut benar-benar terjadi.Dalam prosedur keselamatan laboratorium di Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM peluang dan dampak masing-masing diklasifikasikan menjadi 5 kelas.
D.Tanggung jawab                                                                         
Setiap individu yang akan melakukan pekerjaan laboratorium (penelitian, praktikum, pengujian, dll) dilingkungan jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM,harus melengkapi formulir penakaran resiko yang diterbitkan oleh jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM (formulir disediakan di Sub-Urusan Akademik Jurusan Teknik Kimia).Pelengkapan dokumen ini merupakan bagian intregal dari persiapan dan perancanangan percobaan.Individu yang akan melakukan pekerjaan laboratorium tersebut harus berkonsultasi dengan pembimbing atau mentor yang bertanggungjawab dalam pekerjaan tersebut.Data pelaku pekerjaan dan pembimbing atau mentor yang bertanggungjawab harus tercantum dengan jelas dalam formulir.Sebelum menandatangani formulir penakaran resiko yang telah diisi,pembimbing atau mentor harus mendiskusikan dengan kolega lainnya jika urusan ada hal-hal yang belum dipahami tentang resiko yang dapat ditimbulkan dari pekerjaan laboratorium tersebut.Kepala laboratorium harus me-review formulir yang telah diisi oleh pelaku percobaan (dan telah ditandatangani pembimbing atau mentor) sebelum memberikan ijin bagi yang bersangkutan untuk melakukan pekerjaan laboratorium.Formulir yang telah diisi harus mendapat persetujuan dari coordinator tim keselamatan (safety officer).














BAB III
ESTERIFIKASI ASAM LAKTAT DAN GLISEROL

A.  TUJUAN

1.      Siswa dapat melakukan esterifikasi dengan menjaga suhu konstan 120ºC saat memanaskan gliserol dan asam laktat sesuain prosedur yang baik dan benar

2.      Siswa dapat mengetahui konsentrasi dan konversi dari asam laktat

3.      Siswa dapat menghitung konsentrasi dan konversi dari asam laktat

 

B.LANDASAN TEORI

ESTERIFIKASI
Esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester. Salah satu jenis reaksi ini adalah  reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol. Produk reaksi berupa ester dan air. Persamaan umum reaksi ini dapat ditentukan sebagai berikut :
            R – COOH +  HO - R’           R -       COOR’ +  H2O
Reaksi ini dapat bersifat dapat balik dan umumnya sangat lambat sehingga memerlukan katalis agar diperoleh ester yang maksimal maka perlu dipelajari faktor-faktor yang mempengaruhi proses esterifikasi.
Esterifikasi adalah salah satu jenis reaksi dimana reaksi tersebut untuk menghasilkan ester. Ester merupakan sebuah hidrokarbon yang diturunkan dari asam karboksilat. Sebuah asam karboksilat mengandung gugus -COOH, dan pada sebuah ester hidrogen di gugus ini digantikan oleh sebuah gugus hidrokarbon dari beberapa jenis.  Ester dapat dihasilkan dengan cara mereaksikan antara sebuah alcohol dengan asam karboksilat yang dapat dituliskan sebagai berikut
Pentingnya kita melaksanakan praktikum esterifikasi didasarkan pada sifat-sifat reaksi esterifikasi yang khas yaitu sifat reaksi yang reversible/dapat balik, bersifat sangat lambat. Hal-hal inilah yang nantinya akan kita jadikan variable percobaan untuk mengetahui bagaimana pembentukan ester yang optimal.
Aplikasi pembentukan ester sangatlah banyak di industry. Misalkan dalam proses dasar saat pembuatan plastic, senyawa aroamatik dan lain-lain. Oleh karena itu ita perlu untuk mempelajari reaksi esterifikasi dalam skala laboratorium dan mengetahui aplikasinya di Industri.
Esterifikasi
Macam-macam reaksi esterifikasi yaitu antara lain
  • Reaksi antara asam karboksilat dengan suatu alcohol
  • Reaksi antara asil klorida dengan alcohol atau fenol
  • Reaksi antara suatu anhidrida asam dengan fenol
Yang nantinya akan kita pelajari adalah reaksi antara asam karboksilat dengan alcohol. Dengan mekanisme reaksi sebagai berikut
  1. Oksigen karbonik diprotonisasi
  2. Alkohol nukleofilik menyerang karbon positif
  3. Eliminasi air menghasilkan ester

Variabel yang berpengaruh adalah
1. Suhu
Hal ini dikarenakan sifat dari reaksi yang eksotermis dan suhu dapat mempengaruhi harga konstanta kecepatan reaksi
2. Perbandingan zat pereaksi
Dikarenakan sifatnya reversible maka salah satu pereaktan harus dibuat berlebih agar optimal dalam pembentukan produk ester yang ingin dihasilkan
3. Pencampuran
Dengan adanya pengadukan saat pencampuran maka molekul-molekul pereaktan dapat mengalami tumbukan yang lebih sering sehingga reaksi dapat berjalan lebih optimal
4. Katalis
Sifat reaksi esterifikasi yang lambat membutuhkan katalis agar berjalan lebih cepat
5. Waktu reaksi
Jika waktu saat reaksi lebih lama maka kesempatan molekul-molekul untuk ertumbukan semakin lebih sering



Aplikasi reaksi esterifikasi di Industri yaitu
  1. Sebagai pelarut atau solven
  2. Pemberi rasa pada makanan
  3. Berperan pada saat pembuatan biodiesel

Deskripsi dari bahan-bahan yang digunakan dalam Esterifikasi sebagai berikut :

Asam Laktat

Asam laktat (Nama IUPAC: asam 2-hidroksipropanoat (CH3-CHOH-COOH), dikenal juga sebagai asam susu) adalah senyawa kimia penting dalam beberapa proses biokimia. Seorang ahli kimia Swedia, Carl Wilhelm Scheele, pertama kali mengisolasinya pada tahun 1780. Secara struktur, ia adalah asam karboksilat dengan satu gugus [hidroksil] yang menempel pada gugus karboksil. Dalam air, ia terlarut lemah dan melepas proton (H+), membentuk ion laktat. Asam ini juga larut dalam alkohol dan bersifat menyerap air (higroskopik).

Asam ini memiliki simetri cermin (kiralitas), dengan dua isomer: asam L-(+)-laktat atau asam (S)-laktat dan, cerminannya, iasam D-(-)-laktat atau asam (R)-laktat. Hanya isomer yang pertama (S) aktif secara biologi.

Gliserol
Gliserol adalah sebuah komponen utama dari semua lemak dan minyak, dalam bentuk ester yang disebut gliserida. Molekul trigliserida terdiri dari satu molekul gliserol dikombinasikan dengan tiga molekul asam lemak. Gliserol ditemukan untuk memiliki berbagai macam kegunaan dalam pembuatan berbagai produk dalam negeri, industri, dan farmasi. Saat ini, nama gliserol mengacu pada senyawa kimia murni dan komersial dikenal sebagai gliserin.
Gliserol (CH2OH.CHOH.CH2OH atau propana-1, 2, 3-triol), dalam bentuk murni, adalah, bening, tidak berwarna, tidak berbau, cairan kental manis. Ini benar-benar larut dalam air dan alkohol, sedikit larut dalam banyak pelarut umum seperti eter dan dioksan, dan tidak larut dalam hidrokarbon. Pada suhu rendah, gliserol kadang-kadang membentuk kristal yang cenderung meleleh pada 17,9 ° C. Gliserol cair mendidih pada 290 ° C di bawah tekanan atmosfer normal. Berat jenis 1.26 dan berat molekul adalah 92,09.
Pengertian Gliserol
Karbon = abu-abu, hidrogen = putih, oksigen = merah
Gliserol tersebar luas di semua organisme hidup sebagai konstituen dari gliserida. Hal ini digunakan sebagai antibeku molekul oleh organisme tertentu.
Selama pencernaan, gliserol dibagi dari asam lemak dan dapat bergabung dengan mereka untuk membentuk lemak yang disimpan dalam tubuh atau digunakan sebagai bahan bakar tubuh untuk menyediakan energi.



Penggunaan medis
Dalam bentuk supositoria rektal, gliserol mengurangi sembelit dengan pelunakan tinja yang keras. Gliserol digunakan dalam krim pelembab untuk membantu mencegah kekeringan dan retak kulit (misalnya, digunakan untuk melindungi puting selama menyusui). Gliserol juga digunakan dalam tetes telinga untuk membantu melunakkan kotoran telinga sebelum menyemprot dari telinga, dan sebagai obat batuk untuk membantu menenangkan batuk kering yang menjengkelkan.
C.   CARA ESTERIFIKASI
1.     
2.      BAHAN
1.      Gliserol 100 gram
2.      Asam Laktat 32,6 gram
3.      NaOH
4.      HCl  37%
5.      Indicator PP
6.      Indicator MO
7.      Aquadest
8.      Boraks

 
ALAT
1.      Labu leher tiga 500 mL
2.      Pemanas mantel
3.      Pendingin
4.      Statif dan Klem
5.      Termometer
6.      Kompor Listrik
7.      Erlenmeyer 125 mL
8.      Glass Beaker
9.      Pipet Ukur 10 mL
10.  Pipet Volume 10 mL
11.  Pipet tetes
12.  NAD
13.  Motor Pengaduk
14.  Pengaduk
15.  Botol Timbang


2.      PROSEDUR KERJA
·         Esterifikasi Asam Laktat dan Gliserol
Ditimbang gliserol 100 gram dengan gelas beaker 125 mL lalu dimasukkan ke dalam labu leher tiga 500 mL, kemudian dipanaskan sampai suhu 130ºC. Kemudian Asam Laktat ditimbang sebanyak 32,6 gram dengan erlenmeyer, dan dipanaskan sampai suhu 100 ºC. Kemudian campurkan Asam Laktat dengan Gliserol pada saat suhu Asam Laktat 100ºC dan Gliserol 130ºC. Lalu aduk menggunakan pengaduk merkuri. Kemudian saat dicampur ambil sampel  2 gram, selanjutnya dititrasi dengan menambahkan 25 mL aquades lalu aduk sampai homogen dan ditambahkan indikator PP lalu titrasi dengan larutan NaOH 0,1 N. Kemudian setelah suhu mencapai 120ºC ambil sampel lagi  2 gram lalu titrasi dengan larutan NaOH dengan menambahkan 25 mL aquades dan indikator PP hingga terjadi perubahan warna dari bening menjadi pink. Pengambilan sampel selama 3 jam dalam selang 30 menit dengan menjaga suhu agar tetap 120ºC








D.   DATA HASIL PERHITUNGAN ESTERIFIKASI
Tabel Percobaan Esterifikasi Asam Laktat dan Gliserol
No.
Waktu(jam)
Suhu (°C)
Jam (WIB)
Sampel (gram)
ᵨcampuran (gram/mL)
Volume Sampel (mL)
Vol NaOH 0.1 N (mL)
Konsentrasi (mgek)
Konversi (%)
1
saat dicampur
130
11:00
2,06
1,2399
1,661424308
28,3
1,45
0
2
0
120
11:20
1,9412
1,2399
1,56561013
16,5
0,8971
0,3813
3
30
120
11:50
2,2565
1,2399
1,819904831
14,2
0,6642
0,5419
4
60
120
12:20
1,4147
1,2399
1,140979111
7,5
0,5595
0,6141
5
90
120
12:50
2,117
1,2399
1,707395758
10,5
0,5235
0,6389
6
120
120
13:20
2,3446
1,2399
1,890958948
10
0,4501
0,6895
7
150
120
13:50
2,782
1,2399
2,243729333
10,5
0,3983
0,7253
8
180
120
14:20
2,1089
1,2399
1,700862973
7,9
0,3953
0,7273
            Data hasil percobaan esterifikasi gliserol dan asam laktat dapat dilihat pada tabel 1.1 berikut ini :
Tabel 1.1 Percobaan Hasil Esterifikasi Gliserol dan Asam laktat


E.   ANALISIS HASIL
     1. Perhitungan Konsentrasi 
Pada proses Esterifikasi gliserol dan asam laktat didapatkan hasil sebagai berikut :
a.       Sampel Tsaat dicampur        : 1,45 mgrek
b.      Sampel T0                      : 0,8971 mgrek
Perhitungan konsentrasi asam laktat dihitung berdasarkan volume larutan NaOH, Normalitas NaOH, dan Massa sampel, dengan perhitungan sebagai berikut :
Rumus Konsentrasi asam laktat      =

a.       Sampel Tsaat dicampur       :
Diketahui                                             :
volume NaOH yang dibutuhkan         : 28,3 mL
Normalitas NaOH                                : 0,10555 N
Massa sampel                                       : 2,0600 gram

Sampel saat dicampur                          =

b.      Sampel T0       :
Diketahui                                             :
volume NaOH yang dibutuhkan         : 16,5 mL
Normalitas NaOH                                : 0,10555 N
Massa sampel                                       : 1,9412 gram
Sampel To                                                           =
2.  Perhitungan Konversi Asam Laktat
Perhitungan konversi  asam laktat dihitung berdasarkan mol asam laktat yang bereaksi dan mol asam laktat mula-mula, dengan perhitungan sebagai berikut :
RumusKonversi asam laktat =
a)      Xsaat dicampur                                                                                  :
Karena konversi pada saat dicampur (T0) belum terjadi reaksi maka konversi pada Xsaat dicampur  adalah  0 %
                     Xsaat dicampur  =

b)      X0                                                              :
Mol Asam Laktat yang bereaksi
 
Diketahui                                                  :
Konsentrasi Asam Laktat mula-mula        :1,4500 mgrek
Konsentrasi Asam Laktat T0                    : 0,8971 mgrek
                                 X0 =







3.  Perhitungan Volume Sampel
            Pada perhitungan volume sampel dihitung berdasarkan massa sampel dan ρcampuran, dengan perhitungan sebagai berikut :
Rumus ρcampuran : Terlampir

Rumus Volume Sampel =

1.      Sampel Tsaat dicampur                   :
            Diketahui                    :
            Masssa Sampel            : 2,0600 gram
            Ρcampuran                  : 1,2399 gram/mL
Sampel Tsaat dicampur       =
2.        Sampel T0                              :
Diketahui                    :
            Masssa Sampel            : 1,9412 gram
            Ρcampuran                  : 1,2399 gram/mL
Sampel T0        =
Mengulangi langkah esterifikasi di atas sampai dengan 3 jam dengan waktu antara 30 menit. Data hasil percobaan dapat dilihat pada tabel 1.1




G.    PEMBAHASAN
Dari praktikum esterifikasi  gliserol dan asam laktat pada tanggal 31 Agustus 2015 ini memiliki  tujuan yaitu siswa dapat esterifikasi dengan menjaga suhu konstan 120ºC saat memanaskan gliserol dan asam laktat sesuain prosedur yang baik dan benar .Berikut ini adalah proses esterifikasi gliserol dan asam laktat :
1.      Pada proses esterifikasi harus menjaga suhu agar tetap konstan dengan suhu 120ºC
2.      Pada proses esterifikasi(Tsaat dicampur)menghasilkan konsentrasi asam laktat sebanyak 1,4500 dan memiliki konversi asam laktat sebanyak0 %. Pada sampel ini volume larutan NaOH yang dibutuhkan adalah 28,3 mL. Ini adalah hasil perhitungan konsentrasiyang tertinggi dibandingkan pengambilan sampel yang berikutnya, dan konversi yang dihasilkan adalah  0 % karena pengambilan sampel kali ini belum terjadi reaksi.
3.      Pada proses esterifikasi(T0)menghasilkan konsentrasi asam laktat sebanyak 0,8971 dan memiliki konversi asam laktat sebanyak 0,3813%. Hal ini dikarenakan sudah ada reaksidata tersebut dapat dilihat pada tabel 1.1







H.    KESIMPULAN
Dari praktikum yang kami lakukan pada tanggal 31 Agustus 2015 ini dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang diperoleh menurun dan hasil konversi yang diperoleh meningkat, ini dapat dilihat pada gambar 1.1 dan gambar 1.2. Dan Massa jenis gliserol dan asam laktat yang diperoleh adalah 1,2567 gram/mL dan 1,1860 gram/mL.
Spesifik yang dihasilkan adalah :
Tabel Percobaan Esterifikasi Asam Laktat dan Gliserol
No.
Waktu(jam)
Suhu (°C)
Jam (WIB)
Sampel (gram)
ᵨcampuran (gram/mL)
Volume Sampel (mL)
Vol NaOH 0.1 N (mL)
Konsentrasi (mgek)
Konversi (%)
1
saat dicampur
130
11:00
2,06
1,2399
1,661424308
28,3
1,45
0
2
0
120
11:20
1,9412
1,2399
1,56561013
16,5
0,8971
0,3813
3
30
120
11:50
2,2565
1,2399
1,819904831
14,2
0,6642
0,5419
4
60
120
12:20
1,4147
1,2399
1,140979111
7,5
0,5595
0,6141
5
90
120
12:50
2,117
1,2399
1,707395758
10,5
0,5235
0,6389
6
120
120
13:20
2,3446
1,2399
1,890958948
10
0,4501
0,6895
7
150
120
13:50
2,782
1,2399
2,243729333
10,5
0,3983
0,7253
8
180
120
14:20
2,1089
1,2399
1,700862973
7,9
0,3953
0,7273
Tabel 1.1 Percobaan Esterifikasi Asam Laktat dan Gliserol

Gambar 1.1 grafik konsentrasi asam laktat

Gambar 1.2 grafik konversi asam laktat





BAB IV

PENUTUP

 

A. KESIMPULAN DAN SARAN

1.      Kesimpulan

·         Kesimpulan pelaksanaan Praktik Kerja Industri

         Praktik Kerja Industri di laksanakan di Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalisis.Waktu pelaksanaannya mulai tanggal 22 Juni sampai 18 September 2015,dengan melakukan kegiatan atau pekerjaan sesuai dengan pembimbing DU/DI

·         Kesimpulan Praktik Kerja di Laboratorium Reaksi Kimia dan Katalis

          Pada Praktik Kerja Industri ini saya dapat melakukan praktikum, yaitu  esterifikasi gliserol dan asam laktat.
2.      Saran
·         Untuk Sekolah
Pembimbing dari pihak sekolah lebih intensif dalam memantau kegiatan siswa yang sedang praktik kerja industri sehingga kesulitan yang timbul dapat dipecahkan bersama.




·         Untuk Instansi/Industri
a.       Pelaksanaan Praktik Kerja Industri ini akan lebih terarah apabila disusun suatu rencana kegiatan yangharus dikerjakan siswa / siswi selama melaksanakan praktik kerja industri.
b.      Pelaksanaan praktikum di laboratorium akan lebih baik lagi jika diadakan servis secara rutin untuk merawat alat-alat tersebut agar tidak rusak .
c.       Perlu penambahan alat- alat yang lebih lengkap agar praktikum dapat berjalan dengan baik.
d.      Alat yang sudah tidak dipakai sebaiknya dibersihkan dan dikembalikan seperti semula serta bahan –bahan yang sudah tidak terpakai sebaiknya dibuang ( tidak berbahaya dan berbahaya bagi lingkungan ) sehingga kebersihan laboratorium dapat terjaga.
·         Untuk adik kelas
Sebelum pelaksanaan praktikum praktik kerja industri sebaiknya lebih mempersiapkan bekal ilmu dan pengetahuan secara matang.  






DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Gadjah_Mada
http://pasca.geologi.ugm.ac.id/info-19-facultyofengineering.html
http://lab.tekim.undip.ac.id/proses/2010/03/05/esterifikasi/
http://budisma.net/2015/02/pengertian-gliserol.htm
http://www.yabpeknas.com/2015/01/pengertian-borak-dan-formalin-dan-ciri.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Natrium_hidroksida
https://id.wikipedia.org/wiki/Asam_klorida
rochmad nur fajar,2015,”laporan praktik industri laboratorium teknik reaksi kimia dan         katalis jurusan teknik kimia fakultas teknik universitas gadjah madayogyakarta”
dwiarianti,2014,”laporan praktik kerja industri laboratorium teknik reaksi kimia dan           katalisis jurusan teknik kimia fakultas unifersitas gadjah mada yogyakarta





LAMPIRAN
KALIBRASI PIKNOMETER
Tujuan
1.      Siswa dapat menentukan volume piknometer sesungguhnya
2.      Siswa dapat mengetahui volume Gliserol dan Asam Laktat
Alat dan Bahan
A. Alat
1.       APD (masker, sarung tangan, jas Lab)
2.       Piknometer 25 mL
3.       NAD
4.       Termometer
5.       Pipet tetes
B. Bahan
1.       Gliserol
2.       Asam Laktat
3.       Aquades
C. Prosedur Kerja
1. Ditimbang Piknometer kosong di NAD
2. Ditimbang Piknometer +aquades
3. Diukur suhu aquades dengan termometer
4. Cuci dan Keringkan Piknometer
5. Ditimbang Piknometer +gliserol
6. Ditimbang Piknometer +asam laktat

Perhitungan :
a)      Suhu aquadest : 26ºC
b)      Massa jenis (ρ) aqudest : 0,996786
No
Berat picnometer kosong
Berat picnometer + aquades
Berat picnometer  + gliserol
Berat picnometer + asam laktat
1.
18,9219 gram
43,7607 gram
50,2345 gram
48,4762
Berat Aquades                                    =
                                                = 24,8388 gram
Volume kalibrasi                   =                       =
                                                                                    = 24,9188 mL
Berat Jenis()Gliserol           =     =
                                                                                    = 1,2567 gram/mL
     (ρ) Asam Laktat   =    =
                                                                        = 1,1860 gram/mL

Volume Gliserol                     = = 75,1558 mL
Volume Asam Laktat            =        =
                                                                                    = 24,5505 mL
ρcampuran    =
                         =
                         = 0,2794  + 0,9605
                         = 1,2399 gram/mL
Rasio mol =
 =
                                                  = 3,1732









SORTIR LIMBAH
ALAT DAN BAHAN
ALAT
1.      APD (Masker, Sarung Tangan, Jas Lab)
2.      Kardus
3.      Alat Pelekat
BAHAN
1.      Limbah B3 yang tidak terpakai
2.      Limbah B3 tanpa Label
PROSEDUR KERJA
1.      Memilih limbah B3 yang merupakan limbah campuran, limbah murni, tidak berlabel, dan limbah kadaluarsa
2.      Memisahkan dan mengemas dalam kardus yang berbeda
3.      Mengumpulkan dan mengangkut ke tempat instalasi pembuangan limbah






PEMBUATAN LARUTAN DAN STANDARISASI

A.    Pembuatan Larutan NaOH 0,1 N 500 mL

1.      Ditimbang NaOH sebanyak 2 gram dengan botol timbang
2.      Dilarutkan dengan 50 mL aquadest dalam glass beaker
3.      Dibilas botol timbang dengan aquadest
4.      Diaduk hingga homogen
5.      Dimasukkan ke dalam labu leher tiga 500 mL
6.      Ditambahkan aquadest hingga tanda batas
7.      Digojog
8.      Dimasukkan ke dalam botol (beri nama, dan tanggal pembuatan)
B.      Pembuatan Larutan HCl 0,1 N 1000 mL

1.      Diambil HCl pekat 8,2 mL dengan pipet ukur
2.      Dimasukkan ke dalam gelas beaker yangt telah terisis aquadest
3.      Diaduk hingga homogen
4.      Dimasukkan ke dalam labu takar 1000 mL
5.      Ditambahkan aquadest hingga tanda batas
6.      Digojog
7.      Dimasukkan ke dalam botol (beri nama, dan tanggal pembuatan)




C.    Standarisasi Larutan HCl 0,1 N

1.      Ditimbang boraks 0,2 gram di Erlenmeyer
2.      Dilarutkan dalam 50 mL aquadest
3.      Diaduk hingga homogen
4.      Ditambahkan indicator MO sebanyak 5 tetes
5.      Dititrasi dengan Hcl hingga terjadi perubahan warna dari kuning menjadi jingga dan catat volume HCl yang dibutuhkan

D.    Standarisasi Larutan NaOH 0,1 N

1.      Diisi buret 50 mL dengan HCl 0,1 N
2.      Diambil 10 mL larutan NaOH 0,1 N dengan pipet volume
3.      Dimasukkan ke dalam Erlenmeyer 125 mL, ditambahkan indicator PP
4.      Dititrasi hingga terjadi perubahan dari pink menjadi bening








DATA PERHITUNGAN
Standarisasi Larutan HCl
Titrasi ke
Berat Boraks
Volume HCl 0,1 N
1.
0,2099 gram
10,7 Ml
2.
0,2069 gram
10,6 mL
1.      NHCl              =
                                     =
                                    =
2.     NHCl              =
                                    =
                             =
Rata-rata N HCl          =
                                    =


Standarisasi larutan Larutan NaOH
No.
Volume Larutan NaOH
Volume Larutan HCl 0,1 N
1.
10 mL
9,5 mL
2.
10 mL
9,5 mL

1.      V1 . N1 (HCl) = V2 . N2(NaOH)
9,5 . 0,1025     = 10 . N2
0,0973             = N2

2.      V1 . N1 (HCl) = V2 . N2(NaOH)
9,5 . 0,1025     = 10 . N2
0,0973             = N2
Rata-rata                     =
                               = 0,0973 N



Gambar Rangkaian Alat Esterifikasi
Text Box: KETERANGAN :
1. Pemanas Mantel
2. Labu leher tiga
3. Pendingin
4. Statif dan Klem
5. Pengaduk Merkuri
6. Termometer

FOTO ESTERIFIKASI
1)      2)

3)4)


KETERANGAN FOTO :
1)   Rangkaian Alat Esterifikasi
2)   Asam Laktat Dipanasi
3)   Sampel + aquades
4)   Sampel + indikator PP laludititrasi
5)   Sampel Setelah Dititrasi


 
5)






FOTO ALAT DILABORATORIUM

1.
2.  3. 4.



KETERANGAN FOTO :
1.       RUANG LABORATORIUM
2.       NERACA ANALITIK DIGITAL
3.       EKSIKATOR
4.       OVEN